Memilih Perusahaan MLM dengan melihat Support Systemnya

Dalam buku Business School karangan Robert T Kyosak, ada delapan nilai tersembunyi dari bisnis MLM selain memperoleh uang. Menurutnya yang terpenting adalah pendidikan bisnisnya. Kunci ke 4 merupakan hal terpenting yang membantu perkembanan bisnis MLM, Support System harus memiliki dan membangun Integritas, Kredibitias, Leadership dan membentuk Enterpreneur yang cerdas.

Support System seharusnya berfungsi men-support orang-orang yang menginginkan kesuksesan dalam bisnisnya. Setiap Support System selalu memiliki langkah-langkah sukses yang diperuntukkan bagi Networker sebagai langkah awal membangun organisasi bisnis agar mudah terduplikasi sesuai dengan management Support System itu sendiri. Support System seharusnya sebagai wadah memperlancar laju perkembangan bisnis, bukan sebagai ajang memberi motivasi yang sifatnya komersial "sehingga Support System menjadi bisnis sampingan", bagi para Upline atau leader dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Dalam teknis di lapangan saya sering menemukan banyak para upline atau leader sungguh-sungguh telah berbohong besar dan membodohi member baru dan Donwline. Dengan berkata, "ini ilmu, maka Anda harus bayar !". Kalau orang-orang yang mau mendengarkan informasi saja harus membayar di mana letak supportnya dari para Upline atau Leader? Saya sendiri pernah diundang oleh member MLM, ia mengundang saya ke pertemuan Recognatioan yang akan menampilkan orang-orang yang telah sukses mencapai penghaislan jutaan rupiah per bulan. Ini adalah seminar luar biasa, seminar orang-orang sukses yang akan memberikan kiat-kiat kesuksesan kepada kita.

Tetapi, ada juga beberapa perusahaan MLM yang memiliki support system yang baik. Betul-betul memilki integritas dan kredibilitas yang tinggi, seperti pertemuan yang tidak dipungut biaya dan malah menyediakan snack. Kemudian support systemnya mestinya menyediakan alat-alat bantu untuk prospek sperti brosur, kaset, VCD yang diberikan secara cuma-cuma dan memperbolehkan untuk dibajak khusus untuk kalangan sendiri.

Seyogyanya support system betul-betul mementingkan member bukan perusahaan yang note-bene sebagai penyuplai dari produk. Sebab lahirnya support system atas dasar orang-orang yang telah menjadi bukti atas kesuksesan yang telah diperolehnya, tetapi beberapa support system yang mengajarkan membernya untuk menggunakan akca mata kuda "pokoknya mati hidup saya di perusahaan ini". Member itu lupa kalau dia punya Tuhan.

Itulah yang banyak terjadi bahwa MLM dijadikan agama kedua "fanatik". Sadarlah bahwa Anda bergabung di MLM untuk mendapatkan uang, kesehatan, merubah nasib serta mewujudkan impian untuk orang-orang yang Anda cintai.




Three-red-handdrawn-down-arrows


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memilih Perusahaan MLM dengan melihat Support Systemnya"

Post a Comment